SILABUS
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas / Semester : XII Progarm Ilmu Sosial / I ( Satu )
Standart Kompetensi
1. Memahami pengertian, sifat – sifat dan aturan – aturan yang berkaitan dengan Matriks.
2. Menggunakan Matriks dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar
3. Menyelesaikan masalah dengan sifat – sifat dan operasi – operasi Matriks.
4. Menentukan determinan dan invers Matriks.
Materi Pembelajaran
5. Definisi Matriks.
6. Sifat – sifat Matriks.
7. Operasi – operasi Matriks.
8. Determinan Matriks persegi 2 x 2.
9. Invers Matriks persegi 2 x 2.
Kegiatan Pembelajaran
10. Menyimak pemahaman tentang pengertian, sifat – sifat, aturan – aturan dan operasi – operasi dalam Matriks.
11. Mendefinisikan pengertian Matriks.
12. Mendiskripsikan bentuk, sifat – sifat, aturan – aturan dan operasi – operasi Matriks.
13. Mengaplikasikan sifat – sifat, aturan – aturan dan operasi – operasi Matriks.
14. Menggunakan konsep determinan dan invers Matrik.
Indikator
15. Menuliskan informasi dalam bentuk Matriks.
16. Menjelaskan pengertian, ciri – ciri dan sifat – sifat Matriks.
17. Menyelesaikan operasi aljabar dua Matriks.
18. Menentukan determinan Matriks persegi 2 x 2.
19. Menentukan invers Matriks persegi 2 x 2.
Penilaian
20. Metode
a. Tugas individu.
b. Tugas kelompok.
c. Test( Ujian tertulis ).
21. Bentuk Instrumen
a. Kuis.
b. Test tertulis uraian.
Alokasi Waktu
3 x pertemuan ( 3 x 30 menit ).
Sumber Belajar
22. Sumber
a. Buku Paket Siswa penyusun Drs. Sartono Wirodikrama ( 2005 ). Matematika untuk SMA / MA kelas XII Program Ilmu Sosial, Jakarta; Erlangga.
b. LKS 5 untuk SMA / MA kelas XII Program Ilmu Sosial.
23. Alat
Media Pembelajaran.
Yogyakarta, 03 Maret 2008
Mengetahui,
DPL ( Dosen Pembimbing Lapangan ) Mahasiswa Praktikan
Muhamad Mukhlisin Siti Aminah
Selasa, 11 Maret 2008
Sharing Bersama Meizer
Sabtu, 23 Februari 2008 oleh SEMA F Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan acara Sarasehan dan sharing bareng dengan tema "Quo Vadis Fakultas Sainstek di Era Globalisasi". Dalam acara yang bertempat di PAU rektorat baru lantai 1 tersebut dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari beberapa perwakilan LKM (lembaga kemahasiswaan ) dan selebihnya berasal dari perwakilan masing- masing jurusan. Adapun pembicara dalam acara sharing ini diantaranya adalah Dra. Meizer Said Nahdi, M.Si ( Dekan Fakultas Sains dan Teknologi) , Arya Wirabhuana (Quality Ansurance) , Mustofa Rembangi, M.Pd.I . pada acara ini dibahas beberapa permasalahan yang menjadi pertanyaan selama menjadi mahasiswa UIN, diantaranya mengapa sekarang harus ada penjaminan mutu , apa tujuan dan pengaruhnya bagi mahasiswa, dan pertanyaan – pertanyaan lain yang juga sangat penting untuk diketahui oleh semua civitas akademika.
Berdasarkan penjelasan Arya Wirabhuana sebagai koordinator penjaminan mutu atau lebih dikenal dengan QA( Quality Ansurance) bahwa adanya penjaminan mutu di UIN ini diharapkan mampu menghasilkan output mahasiswa yang benar- benar berkualitas yang nantinya mampu bersaing di Era globalisasi. Selain itu, diadakannya QA adalah untuk mengejar kompetensi di era globalisasi kita harus memiliki kwalitas dan mutu yang baik, karena dengan ini kita akan memiliki peluang yang baik pula di masyarakat untuk memasuki dunia kerja dan kita menjadi output
( sarjana ) yang Plus yang mampu menginterkoneksikan dan mengintegrasikan antara sains dan islam. Meizer menambahkan bahwa untuk mewujudkan target dari penjaminan mutu ini maka Fakultas Sainstek dilengkapi dengan sarana yang lebih lengkap yaitu adanya laboratorium lengkap dan adanya jaringan Hot Spot di fakultas Sainstek yang diharapkan mahasiswa sainstek tidak gagap teknologi. Menyangkut masalah laboratorium, keluhan disampaikan oleh mahasiswa kimia yang sampai saat ini belum memakai laboratorium yang telah ada. Untuk menanggapi masalah ini, Meizer menjelaskan " memang benar sampai saat ini mahasiswa kimia belum bisa menggunakan fasilitas laboratorium , hal ini disebabkan belum adanya fasilitas untuk pembuangan limbah bahan- bahan kimia, kalau kita sembarangan membuang limbah maka akan berakibat buruk bagi lingkungan sekitar UIN. Dan diharapkan bagi mahasiswa kimia untuk sabar menunggu sampai bulan Juni untuk bisa menggunakan fasilitas laboratorium yang ada.
Selain Ibu meizer dan Bapak Arya, tidak ketinggalan pula bapak Mustofa untuk angkat bicara menanggapi mengenai quo vadis fakultas sainstek di era globalisasi. "Sebagai mahasiswa, kita harus aktif di bidang akademik, pada gerakan mahasiswa dan bidang- bidang lain yang dapat kita kembangkan selama masih muda dan mampu melaksanakannya yang nantinya mampu membawa kita untuk bisa berkompeten di era globalisasi" ujar bapak Mustofa.
By: Nanik / Ida / Riris
Sabtu, 23 Februari 2008 oleh SEMA F Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta mengadakan acara Sarasehan dan sharing bareng dengan tema "Quo Vadis Fakultas Sainstek di Era Globalisasi". Dalam acara yang bertempat di PAU rektorat baru lantai 1 tersebut dihadiri oleh kurang lebih 100 peserta yang terdiri dari beberapa perwakilan LKM (lembaga kemahasiswaan ) dan selebihnya berasal dari perwakilan masing- masing jurusan. Adapun pembicara dalam acara sharing ini diantaranya adalah Dra. Meizer Said Nahdi, M.Si ( Dekan Fakultas Sains dan Teknologi) , Arya Wirabhuana (Quality Ansurance) , Mustofa Rembangi, M.Pd.I . pada acara ini dibahas beberapa permasalahan yang menjadi pertanyaan selama menjadi mahasiswa UIN, diantaranya mengapa sekarang harus ada penjaminan mutu , apa tujuan dan pengaruhnya bagi mahasiswa, dan pertanyaan – pertanyaan lain yang juga sangat penting untuk diketahui oleh semua civitas akademika.
Berdasarkan penjelasan Arya Wirabhuana sebagai koordinator penjaminan mutu atau lebih dikenal dengan QA( Quality Ansurance) bahwa adanya penjaminan mutu di UIN ini diharapkan mampu menghasilkan output mahasiswa yang benar- benar berkualitas yang nantinya mampu bersaing di Era globalisasi. Selain itu, diadakannya QA adalah untuk mengejar kompetensi di era globalisasi kita harus memiliki kwalitas dan mutu yang baik, karena dengan ini kita akan memiliki peluang yang baik pula di masyarakat untuk memasuki dunia kerja dan kita menjadi output
( sarjana ) yang Plus yang mampu menginterkoneksikan dan mengintegrasikan antara sains dan islam. Meizer menambahkan bahwa untuk mewujudkan target dari penjaminan mutu ini maka Fakultas Sainstek dilengkapi dengan sarana yang lebih lengkap yaitu adanya laboratorium lengkap dan adanya jaringan Hot Spot di fakultas Sainstek yang diharapkan mahasiswa sainstek tidak gagap teknologi. Menyangkut masalah laboratorium, keluhan disampaikan oleh mahasiswa kimia yang sampai saat ini belum memakai laboratorium yang telah ada. Untuk menanggapi masalah ini, Meizer menjelaskan " memang benar sampai saat ini mahasiswa kimia belum bisa menggunakan fasilitas laboratorium , hal ini disebabkan belum adanya fasilitas untuk pembuangan limbah bahan- bahan kimia, kalau kita sembarangan membuang limbah maka akan berakibat buruk bagi lingkungan sekitar UIN. Dan diharapkan bagi mahasiswa kimia untuk sabar menunggu sampai bulan Juni untuk bisa menggunakan fasilitas laboratorium yang ada.
Selain Ibu meizer dan Bapak Arya, tidak ketinggalan pula bapak Mustofa untuk angkat bicara menanggapi mengenai quo vadis fakultas sainstek di era globalisasi. "Sebagai mahasiswa, kita harus aktif di bidang akademik, pada gerakan mahasiswa dan bidang- bidang lain yang dapat kita kembangkan selama masih muda dan mampu melaksanakannya yang nantinya mampu membawa kita untuk bisa berkompeten di era globalisasi" ujar bapak Mustofa.
By: Nanik / Ida / Riris
Math News: Media Aktual Terhadap Berita
Oleh: Nurmuludin
Jika kita berbicara tentang sejarah Math News maka kita tidak akan terlepas dari Himatika News. Himatika News adalah buletin yang dibuat khusus oleh himpunan mahasiswa Matematika (Himatika) di IAIN Sunan Kalijaga yang dipimpin oleh Munadi Kustejo sebagai PU-nya. Himatika News dibuat untuk mensosialisasikan kegiatan Himatika khususnya kepada mahasiswa matematika di IAIN Sunan Kalijaga.
Himatika menjadi BEM
Seiring dengan perubahan IAIN ke UIN maka dengan perjuangan yang cukup lama bersama dengan Kaprodi Pendidikan Matematika, Khurul Wardati, Himatika mencoba menjelma menjadi Badan Eksekutif Program Studi (BEM-PS) yang secara de facto dan de yure diakui keberadaannya di UIN Sunan Kalijaga. Perubahan ini diharapkan mampu mempermudah penyelenggaraan setiap kegiatan yang dilaksanakan Himatika di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga, karena sebelumnya Himatika di bawah BEM-Jurusan Tadris MIPA merasa tidak dapat leluasa menggunakan nama Himatika.
Tepatnya bulan Mei 2005 secara resmi BEM-PS Pendidikan Matematika terbentuk di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dengan Dwi Sulistyantoko sebagai ketuanya, dengan demikian sejak saat itu nama Himatika di UIN Sunan Kalijaga tidak pernah terdengar lagi karena sudah berubah menjadi BEM. Hal ini berdampak pada buletin mahasiswa matematika yang dahulu bernama Himatika News harus diubah menjadi nama lain.
Kelahiran Math News dan Filosofinya
Meskipun Himatika News hanya sempat terbit satu kali, namun pengaruhnya sangat besar terhadap eksistensi mahasiswa matematika di UIN Sunan Kalijaga. Untuk itu, BEM-PS Pendidikan Matematika menugaskan kepada Kadept Humanistika (Kepala Departemen Humas dan Jurnalistik BEM-PS Matematika) yang saat itu dijabat oleh Nurmuludin, agar kembali menerbitkan buletin matematika untuk mensosialisasikan BEM-PS Pendidikan Matematika, mengingat BEM-PS Pendidikan Matematika juga baru terbentuk sehingga diperlukan sosialisasi kepada seluruh civitas akademika Matematika.
Tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2005 secara resmi Math News diterbitkan dengan Pimpinan Umumnya dijabat langsung oleh Kadept Humanistika dan Pimpinan Redaksi dijabat oleh Ahmad Irhamni. Dengan berbekal kemampuan jurnalistik dan fasilitas seadanya, Nurmuludin yang waktu itu merupakan anggota LPM Paradigma Tarbiyah dan Irhamni yang merupakan anggota LPKM Kopma UIN, berusaha menerbitkan buletin matematika Math News untuk menyambut mahasiswa baru meski hanya mencapai 100 eksemplar. Sejak itu tanggal 10 Agustus 2005 ditetapkan sebagai Hari Lahir Math News.
Math News mengambil nama dari bahasa Inggris yaitu Math yang berarti Matematika sehingga secara bahasa Math News berarti Berita Matematika. Namun kata Math dalam logo Math News dituliskan dengan huruf A dicetak kapital yaitu MAth. Ini adalah sebuah singkatan dari Media Aktual, sedangkan "th" didefinisikan sebagai kata "terhadap" dan kata News berarti Berita, sehingga secara keseluruhan Math News adalah singkatan dari Media Aktual terhadap Berita sesuai dengan slogan yang tertulis di bawah logo Math News. Kata News sendiri berada di atas "th" yang berarti bahwa Berita dalam buletin Math News aktualitas dan kualitasnya benar-benar dijunjung tinggi agar kepuasan para pembacanya tetap terjaga.
Tujuan Penerbitan Math News
Sosialisasi BEM-PS Pendidikan Matematika menjadi tujuan utama penerbitan Math News saat pertama kali diterbitkan. Hal ini mengingat bahwa BEM waktu itu juga masih baru terbentuk sehingga perlu ada semacam perkenalan pada mahasiswa. Namun seiring berjalannya waktu, tujuan penerbitan kemudian berkembang menjadi tujuan layaknya lembaga pers mahasiswa kampus, hanya ruang lingkupnya dibatasi pada prodi Matematika.
Tujuan-tujuan tersebut antara lain:
Memberikan informasi seputar kampus
Secara umum mahasiswa matematika sibuk dengan belajar dan belajar mungkin karena kuliah matematika itu membutuhkan pemikiran yang ekstra, sehingga membuat mahasiswa tidak sempat melihat perkembangan kampus. Fenomena ini sangat meresahkan karena menyebabkan mahasiswa matematika menjadi tidak peka terhadap lingkungan dan keadaan sekitar, sedangkan buletin-buletin yang berisi berita kampus hampir tidak ada yang sampai ke tangan mahasiswa matematika yang membuat mahasiswa matematika buta akan informasi kampus. Untuk itu Math News berusaha memberikan berita seputar kampus agar mahasiswa matematika dapat melihat keadaan di sekelilingnya.
Pengembangan bakat dan minat dalam jurnalistik
Tidak semua mahasiswa matematika hanya menghabiskan waktunya untuk berkutat dengan rumus. Apalagi mahasiswa yang berminat di bidang jurnalistik dan tidak bisa menyalurkan minatnya di lembaga-lembaga pers mahasiswa kampus, keresahan tersebut membuat Math News kemudian merekrut mahasiswa matematika yang memiliki bakat dan minat di bidang jurnalistik. Hal ini akan mengasah kemampuan mahasiswa dengan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi seperti membuat berita, opini, resensi, cerpen atau karya sastra yang lainnya.
Menyalurkan aspirasi mahasiswa matematika
Math News mendefinisikan mahasiswa matematika sebagai rakyat di sebuah kabupaten, dan BEM sebagai pemerintah kabupaten, sedangkan fakultas sebagai propinisi, dan universitas sebagai sebuah negara. Sebagai rakyat dari suatu negara tentunya mahasiswa matematika memiliki keluhan atau aspirasi untuk menuntut haknya sebagai warga negara seperti pelayanan yang baik oleh TU atau dosen yang baik dalam mengajar atau fasilitas yang memadai untuk proses pembelajaran. Math News berusaha menampung dan menyalurkan keluhan atau aspirasi rakyat matematika agar sampai pada telinga para pemerintah baik di tingkat BEM, Fakultas, maupun Universitas sehingga hak-hak mahasiswa dapat terpenuhi dengan baik.
Pada intinya Math News adalah wadah bagi mahasiswa matematika menyalurkan semua aspirasinya. Aspirasi ini tentu saja harus dengan bahasa yang baik dan ilmiah seperti dalam bentuk berita, opini, cerpen dan lain-lain. Sehingga akan tercipta masyarakat matematika yang ilmiah dan mampu menyalurkan aspirasi tanpa harus lewat demonstrasi, orasi maupun anarki.
Oleh: Nurmuludin
Jika kita berbicara tentang sejarah Math News maka kita tidak akan terlepas dari Himatika News. Himatika News adalah buletin yang dibuat khusus oleh himpunan mahasiswa Matematika (Himatika) di IAIN Sunan Kalijaga yang dipimpin oleh Munadi Kustejo sebagai PU-nya. Himatika News dibuat untuk mensosialisasikan kegiatan Himatika khususnya kepada mahasiswa matematika di IAIN Sunan Kalijaga.
Himatika menjadi BEM
Seiring dengan perubahan IAIN ke UIN maka dengan perjuangan yang cukup lama bersama dengan Kaprodi Pendidikan Matematika, Khurul Wardati, Himatika mencoba menjelma menjadi Badan Eksekutif Program Studi (BEM-PS) yang secara de facto dan de yure diakui keberadaannya di UIN Sunan Kalijaga. Perubahan ini diharapkan mampu mempermudah penyelenggaraan setiap kegiatan yang dilaksanakan Himatika di lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga, karena sebelumnya Himatika di bawah BEM-Jurusan Tadris MIPA merasa tidak dapat leluasa menggunakan nama Himatika.
Tepatnya bulan Mei 2005 secara resmi BEM-PS Pendidikan Matematika terbentuk di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dengan Dwi Sulistyantoko sebagai ketuanya, dengan demikian sejak saat itu nama Himatika di UIN Sunan Kalijaga tidak pernah terdengar lagi karena sudah berubah menjadi BEM. Hal ini berdampak pada buletin mahasiswa matematika yang dahulu bernama Himatika News harus diubah menjadi nama lain.
Kelahiran Math News dan Filosofinya
Meskipun Himatika News hanya sempat terbit satu kali, namun pengaruhnya sangat besar terhadap eksistensi mahasiswa matematika di UIN Sunan Kalijaga. Untuk itu, BEM-PS Pendidikan Matematika menugaskan kepada Kadept Humanistika (Kepala Departemen Humas dan Jurnalistik BEM-PS Matematika) yang saat itu dijabat oleh Nurmuludin, agar kembali menerbitkan buletin matematika untuk mensosialisasikan BEM-PS Pendidikan Matematika, mengingat BEM-PS Pendidikan Matematika juga baru terbentuk sehingga diperlukan sosialisasi kepada seluruh civitas akademika Matematika.
Tepatnya pada tanggal 10 Agustus 2005 secara resmi Math News diterbitkan dengan Pimpinan Umumnya dijabat langsung oleh Kadept Humanistika dan Pimpinan Redaksi dijabat oleh Ahmad Irhamni. Dengan berbekal kemampuan jurnalistik dan fasilitas seadanya, Nurmuludin yang waktu itu merupakan anggota LPM Paradigma Tarbiyah dan Irhamni yang merupakan anggota LPKM Kopma UIN, berusaha menerbitkan buletin matematika Math News untuk menyambut mahasiswa baru meski hanya mencapai 100 eksemplar. Sejak itu tanggal 10 Agustus 2005 ditetapkan sebagai Hari Lahir Math News.
Math News mengambil nama dari bahasa Inggris yaitu Math yang berarti Matematika sehingga secara bahasa Math News berarti Berita Matematika. Namun kata Math dalam logo Math News dituliskan dengan huruf A dicetak kapital yaitu MAth. Ini adalah sebuah singkatan dari Media Aktual, sedangkan "th" didefinisikan sebagai kata "terhadap" dan kata News berarti Berita, sehingga secara keseluruhan Math News adalah singkatan dari Media Aktual terhadap Berita sesuai dengan slogan yang tertulis di bawah logo Math News. Kata News sendiri berada di atas "th" yang berarti bahwa Berita dalam buletin Math News aktualitas dan kualitasnya benar-benar dijunjung tinggi agar kepuasan para pembacanya tetap terjaga.
Tujuan Penerbitan Math News
Sosialisasi BEM-PS Pendidikan Matematika menjadi tujuan utama penerbitan Math News saat pertama kali diterbitkan. Hal ini mengingat bahwa BEM waktu itu juga masih baru terbentuk sehingga perlu ada semacam perkenalan pada mahasiswa. Namun seiring berjalannya waktu, tujuan penerbitan kemudian berkembang menjadi tujuan layaknya lembaga pers mahasiswa kampus, hanya ruang lingkupnya dibatasi pada prodi Matematika.
Tujuan-tujuan tersebut antara lain:
Memberikan informasi seputar kampus
Secara umum mahasiswa matematika sibuk dengan belajar dan belajar mungkin karena kuliah matematika itu membutuhkan pemikiran yang ekstra, sehingga membuat mahasiswa tidak sempat melihat perkembangan kampus. Fenomena ini sangat meresahkan karena menyebabkan mahasiswa matematika menjadi tidak peka terhadap lingkungan dan keadaan sekitar, sedangkan buletin-buletin yang berisi berita kampus hampir tidak ada yang sampai ke tangan mahasiswa matematika yang membuat mahasiswa matematika buta akan informasi kampus. Untuk itu Math News berusaha memberikan berita seputar kampus agar mahasiswa matematika dapat melihat keadaan di sekelilingnya.
Pengembangan bakat dan minat dalam jurnalistik
Tidak semua mahasiswa matematika hanya menghabiskan waktunya untuk berkutat dengan rumus. Apalagi mahasiswa yang berminat di bidang jurnalistik dan tidak bisa menyalurkan minatnya di lembaga-lembaga pers mahasiswa kampus, keresahan tersebut membuat Math News kemudian merekrut mahasiswa matematika yang memiliki bakat dan minat di bidang jurnalistik. Hal ini akan mengasah kemampuan mahasiswa dengan memberikan wadah bagi mahasiswa untuk berkreasi seperti membuat berita, opini, resensi, cerpen atau karya sastra yang lainnya.
Menyalurkan aspirasi mahasiswa matematika
Math News mendefinisikan mahasiswa matematika sebagai rakyat di sebuah kabupaten, dan BEM sebagai pemerintah kabupaten, sedangkan fakultas sebagai propinisi, dan universitas sebagai sebuah negara. Sebagai rakyat dari suatu negara tentunya mahasiswa matematika memiliki keluhan atau aspirasi untuk menuntut haknya sebagai warga negara seperti pelayanan yang baik oleh TU atau dosen yang baik dalam mengajar atau fasilitas yang memadai untuk proses pembelajaran. Math News berusaha menampung dan menyalurkan keluhan atau aspirasi rakyat matematika agar sampai pada telinga para pemerintah baik di tingkat BEM, Fakultas, maupun Universitas sehingga hak-hak mahasiswa dapat terpenuhi dengan baik.
Pada intinya Math News adalah wadah bagi mahasiswa matematika menyalurkan semua aspirasinya. Aspirasi ini tentu saja harus dengan bahasa yang baik dan ilmiah seperti dalam bentuk berita, opini, cerpen dan lain-lain. Sehingga akan tercipta masyarakat matematika yang ilmiah dan mampu menyalurkan aspirasi tanpa harus lewat demonstrasi, orasi maupun anarki.
Langganan:
Postingan (Atom)